Positif Negatif

Kamis, 21 Januari 2021 09:33

Dahlan Iskan dirawat di rumah sakit. Foto disway.id

Tanda-tanda awalnya sudah muncul. Level tacrolimus saya naik dari 2 menjadi 3,5. Itu masih normal. Tapi sudah lima tahun terakhir level itu selalu di angka 2. Kok tiba-tiba naik.

Dua hari kemudian level tacrolimus itu naik lagi. Menjadi 4,4. Masih normal tapi mengapa naik terus.

Lalu apa yang harus dilakukan Terutama kalau dua hari kemudian naik lagi menjadi di atas 5. Yang berarti melebihi batas. Yang juga bisa diartikan mengarah ke rejection –ke kegagalan transplan.

Saya ikut saja keputusan tim dokter. Dokter Hanny Handoko, ketua tim, senior sekali. Pun sudah punya banyak pengalaman. Termasuk menangani pasien transplant ginjal yang terkena Covid. Sudah dua pasien yang sembuh.

Dokter Hanny juga sudah berpengalaman menangani pasien Covid yang juga penderita auto-imun. Tidak hanya satu orang.

Itu kasus-kasus sulit di masa Covid-19.

Dokter jantung di tim ini juga senior: Jeffrey Daniel Adipranoto. Ia dokter lulusan Unair yang meneruskan sekolah ke Belanda. Ia ulang lagi kuliah kedokteran di Amsterdam. Lalu mengambil spesialis jantung di Leiden. Hampir 10 tahun Jefrey di Belanda.

Dokter ahli penyakit dalamnya juga senior. Dokter liver saya sejak sebelum transplan: dr Purnomo Budi.

Melihat angka tacrolimus yang naik terus itu dr Purnomo Budi membuat keputusan: obat immunosuppression dihentikan dulu. Satu hari saja. Itulah obat penurun imunitas. Yang harus saya minum setiap hari. Seumur hidup. Agar imun saya turun. Agar hati baru saya tidak ditolak sistem tubuh saya.

Bagikan berita ini:
3
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar