2 Prajurit TNI Gugur Usai Diberondong Tembakan dari Separatis Papua

Jumat, 22 Januari 2021 23:10

Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) saat memamerkan senjata yang mereka miliki. (TNPPB Facebook)

FAJAR.CO.ID — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali melakukan aksi biadab. Kali ini, dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif R 400/BR gugur usai ditembak kelompok separatis itu, Jumat (22/1/2021).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, dua korban meninggal dunia atas nama Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani. Menurut Suriastawa, Pratu Roy ditembak saat berada di sekitar pos Titigi Yonif Raider 400/BR, kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Menurut informasi yang didapat, Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter,” kata dia dalam pesan singkatnya kepada JPNN.com, Jumat.

Sementara itu, ujar Suriastawa, Pratu Dedi ditembak saat melakukan pengejaran kepada KKB yang menembak Pratu Roy. Pratu Dedi, menurut Suriastawa, ditembaki dari arah hutan secara membabi buta oleh KKB.

“Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara kampung Sugapa Lama dan kampung Hitadipa,” ujar dia. Keduanya hendak dibawa ke rumah sakit di Timika, Papua. Namun, Pratu Roy dan Pratu Dedi meninggal dunia dalam perjalanan ke Timika.

“Dua korban penembakan itu, meninggal dunia saat dievakuasi ke Timika,” ujar dia.

Menurut Suriastawa, pihak TNI segera mengerahkan helikopter jenis Caracal setelah dua prajuritnya tewas tertembak. TNI, kata Suriastawa, bakal meningkatkan pengamanan setelah kejadian penembakan ini. Namun Suriastawa tidak memerinci langkah konkrit dari peningkatan pengamanan tersebut.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI