Kasus 6 Laskar FPI, Tim Advokasi Korban Pelanggaran HAM Mengadu ke ICC Den Haag

Jumat, 22 Januari 2021 10:45

Sekretaris Umum FPI Munarman di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12). Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus enam laskar Front Pembela Islam (FPI) telah dilaporkan ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

Pelaporan itu dilayangkan Tim Advokasi Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

Itu dilakukan setelah hasil penyelidikan Komnas HAM dinilai tak memberikan hasil yang diinginkan.

Demikian disampaikan Munarman dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/1) malam.

Munarman menyatakan, pihaknya akan terus mencari keadilan terkait kasus tersebut.

Kendati sekalipun pemerintah telah membekukan sejumlah rekening yang terafiliasi dengan FPI.

“Itu cara rezim (pemerintahan Presiden Joko Widodo) berpikir. Makanya rezim blokir semua rekening orang FPI,” kata Munarman.

Kendati rekening FPI dan yang terafiliasi itu dibekukan, tidak akan menjadi halangan sama sekali bagi pihaknya.

Bahkan, Munarman menyebut, masih ada sumber dana lain yang bisa digunakan untuk memperjuangkan keadilan.

Akan tetapi, eks Sekretaris Umum FPI itu enggan mengungkap asal dan jumlah uang yang dihabiskan untuk mengadu ke ICC di Belanda.

Anak buah Habib Rizieq Shihab ini lantas membandingkan proses peradilan di Indonesia dan Belanda.

Di Indonesia, kata dia, semua serba membutuhkan biaya dan ongkos.

“Emang rezim Indonesia, sedikit-sedikit ditarik ongkos dan dipajak,” katanya.

Menurutnya, pemblokiran rekening yang dilakukan pemerintah itu juga pernah dilakukan kaum pembenci Islam di masa lalu.

Komentar