Menko Airlangga Klaim Tes Covid-19 Lampau Standar WHO, Menkes Budi Bilang Salah Sasaran

Jumat, 22 Januari 2021 18:35

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pandemi Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Meski tes Covid-19 sudah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 1000 per 1 juta penduduk selama sepekan. Namun, kasus terus menjulang tinggi dan positivity rate tembus 25 persen.

Melihat hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan strategi tracing, tracking dan treatment atau 3T yang dikembangkan Indonesia untuk atas pandemi Covid-19 salah sasaran.

Gudi Gunadi Sadikin menyebutkan cara testing Covid-19 yang dilakukan di Indonesia salah. Sebab yang ditesting adalah mereka yang mau bepergian bukan orang yang menjadi suspect atau orang yang memiliki riwayat tinggal di wilayah yang melaporkan transmisi lokal atau kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

“Kita enggak disiplin, cara testingnya salah. Testingnya banyak, kenapa naik terus.,” kata Budi Gunadi dikutip dari Kanal YouTube PRMN SuCi, (Jumat 22/1/2021).

Budi mencontohkan dirinya bisa ditest swab Covid-19 hingga lima kali dalam seminggu karena masuk Istana Negara dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Wamen BUMN itu mengungkapkan harusnya yang dikejar adalah epidemiologi bukan testing mandiri, testing pada orang yang masuk kategori suspect Covid-19.

“Harusnya yang ditest suspect bukan orang yang mau bepergian seperti Budi Gunadi Sadikin yang mau menghadap Presiden. Nanti standar WHO tes satu per seribu per minggu terpenuhi tetapi tidak ada gunanya testingnya harus secara epidemiologi,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Komentar