Angka Janda Muda di Maros Tinggi, Suhartina Bohari: Perempuan Harus Berdaya!

Sabtu, 23 Januari 2021 14:06

Wakil Bupati Maros terpilih, Suhartina Bohari

FAJAR.CO.ID, MAROS — Kasus perceraian di Maros tumbuh subur di tahun 2020. Angkanya tak main-main, mencapai 638 perkara. Angka tersebut masih didominasi pasangan muda, usia antara 21 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 440 perkara.

Sementara usia 17 tahun sampai 20 tahun jumlahnya mencapai 107 kasus, usia 41 sampai 50 tahun sebanyak 73 perkara, dan usia 51 tahun ke atas ada 18 perkara.

Wakil Bupati Maros terpilih, Suhartina Bohari mengaku prihatin dengan tingginya angka perceraian di Maros. Faktor ekonomi masih menjadi salah satu penyebab dominan.

Ia memandang fenomena tersebut menunjukkan bahwa kaum perempuan mulai sadar terhadap hak-hak dan tanggung jawabnya. Yang terpenting pengetahuan dan wawasan bahwa hak dan tugas tanggung jawabnya sebagai perempuan tetap ada.

“Perempuan harus berdaya, sekolah setinggi-tingginya, meraih impiannya dan ikut berprestasi di bidangnya masing-masing. Kesetaraan gender harus mengemuka,” ujar Suhartina usai gelaran rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Maros pada Pilkada 2020 di Grand Town Hall, Maros, Sabtu (23/1/2021) pagi.

Caranya adalah perempuan harus cerdas dan berpendidikan. Karena semakin cerdas perempuan, semakin besar pula ia bisa menjaga dirinya.

“(Kasus perceraian) itu adalah faktor X Jitu,” katanya lebih lanjut.

Ke depan, saat dirinya dan Chaidir Syam memerintah, semua program di Pemerintahan Kabupaten Maros harus melibatkan perempuan.

Komentar