Sekprov Bantah Terlibat Kasus Bansos, NA Mau Pembuktian

Sabtu, 23 Januari 2021 14:42

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah melantik Abdul Hayat Gani sebagai Sekretaris Provinsi. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pagi-pagi, Jumat (22/1/2021) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah memanggil Sekprov, Abdul Hayat Gani. Hayat dimintai keterangan soal dirinya yang disebut terlibat dalam dugaan gratifikasi bansos Covid-19.

Di hadapan pimpinannya itu, jelas Hayat membantah. Sementara Nurdin tidak percaya begitu saja. Ia minta pembuktian oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Sulsel.

Nurdin mengaku tidak senang jika ada bawahannya yang memainkan program. Ia pun akan tegas kepada siap saja yang terbukti melakukan pelanggaran.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, meminta Hayat jujur. Namun kepada Nurdin, Hayat menampik keterlibatannya tersebut.

“Tentu butuh pembuktian. Kita lihatlah nanti,” ujar Nurdin, usai menjalani vaksinasi di RSKD Dadi, Jumat, 22 Januari.

Nurdin menegaskan, sanksi tegas menanti siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi tersebut. Ia mengaku berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan melayani. Bahkan dia menggandeng KPK, kejaksaan, dan kepolisian untuk mengawal pembangunan.

“Jadi kalau masih ada yang berani bermain-main ya sudah risikonya ada. Termasuk soal ini (dana bansos). Kepala bidangnya kan langsung saya copot karena hasil pemeriksaan,” tegasnya.

Terseretnya Hayat dalam kasus ini atas keterangan mantan pejabat Dinas Sosial, Kasmin yang menyebut nama pimpinan ASN tersebut. Kasmin sendiri sudah dicopot dari jabatannya. Ia pun diwajibkan mengembalikan dana ke kas daerah.

Komentar