Seminggu Pasca Gempa, 200 Pasien RS Sulbar Masih Dirawat di Tenda

Sabtu, 23 Januari 2021 15:49

Pasien RSUD Sulbar masih menempati tenda. (Ishak/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Proses pelayanan di RS Regional Sulawesi Barat (Sulbar) masih berjalan hingga saat ini. Namun pasien terpaksa dirawat di luar bangunan rumah sakit.

Direktur Utama RS Regional Sulbar, dr Indahwati, mengatakan, ada 200 lebih masyarakat yang menjadi korban gempa yang dirawat di tenda pengungsian rumah sakit daerah tersebut.

Alasannya, mereka takut dirawat di dalam gedung rumah sakit karena khawatir jiwa akan ada gempa susulan. Seperti yang terjadi pada pekan lalu dengan kekuatan 6,2 magnitudo.

“Kalau kemarin yang kita tangani sekitar 200 lebih pasien korban gempa,” katanya kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Pihaknya tetap melayani seperti sedia kala, meskipun harus dibawah tenda biru atau pun tenda pengungsian yang telah disediakan oleh pihak terkait.

“Tetap jalan seperti biasa. Kita tetap menerima pasien seperti biasa. Tenda itu dipakai sebagai pengganti ruang perawatan, karena pasien tak mau ditempatkan di dalam ruangan karena takut,” tambah dia melalui sambungan telepon.

Selain korban gempa yang mengalami luka, pihaknya juga merawat ibu yang tengah hamil. Mereka yang menjalani persalinan atau pun lahiran, dibantu oleh relawan medis yang datang dari dari luar Sulbar.

Hanya saja, jika pasien yang akan melahirkan tidak normal, nantinya akan dibawa ke dalam ruang operasi mengingat ruangan di sana dianggap masih layak ditempati.

Komentar