Ali Baal In Very Sad Day

Minggu, 24 Januari 2021 14:46

Usman Suhuriah

Oleh: Usman SuhuriahWakil Ketua DPRD Sulbar

Gempa Sulbar sedikitnya telah melahirkan banyak peristiwa tetapi mungkin banyak hal tidak terekam sebagaimana fakta-fakta statistis direkam. Demikian seperti jumlah korban jiwa, jumlah rumah warga yang rusak, kerusakan infrastruktur, hingga informasi mengenai jumlah pengungsi.

Hal tak terekam itu adalah bisa jadi sebagaimana pemimpin di tengah bencana. Sebutlah Ali Baal sebagai gubernur, sebagai tampuk pimpinan, sebagai pribadi dan dengan jabatannya.

Sekelas dia gubernur di wilayah bencana yang telah ditetapkan pemerintah pusat dengan status tanggap darurat, tentulah tetiba dirinya berada sebagai “local leader” yang tengah disorot, dicari apa yang hendak dia katakan dan apa yang akan dia lakukan saat ini maupun paska bencana ?

Belum kemungkinan dimana saat itu atau saat ini sebagai hari-hari yang menyedihkan (very sad day) oleh baginya dan tentu juga bagi rakyat Sulbar, maka dia sebagai gubernur, sebagai tampuk pimpinan, sebagai pribadi setidaknya bisa dibaca dengan dua momen. Pertama, dia katakan tak akan lari. Saya gubernur tidak akan lari (siberindo.co 17/01/21).

Ini niscaya, sebagai pemimpin apalagi dalam bencana maka lari atau lari dari situasi bencana sama dengan disersi.

Diketahui disersi dalam doktrin ketentaraan sama dengan penghianatan besar dan pantasnya dihukum berat. Maka dari sisi ini, ekspresi inilah memang seharusnya dia katakan. Toh dia memang sedang diharapkan untuk berdiri di depan.

Komentar