Jangan Khawatir, Pengurusan Rumah Rusak akibat Gempa hanya Mengadu ke Kepala Dusun

Minggu, 24 Januari 2021 21:15

Salah satu rumah warga yang rusak di perkotaan Mamuju akibat gempa

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), diminta kembali ke rumah masing-masing. Namun bagi yang tempat tinggalnya rusak, boleh mengadu ke pemerintah setempat.

Juru Bicara Tanggap Bencana Sulbar, Nasir mengatakan, rumah yang rusak akibat diguncang gempa 6,2 magnitudo pada Jumat, (15/1/2021) lalu boleh segera melakukan pengurusan.

Kata dia, si pemilik rumah dipersilakan mengadu ke kepala lingkungan. Bisa juga ke kepala dusun, desa, atau kecamatan.

“Warga cukup mengadu ke Kepala Dusun, Kepala Lingkungan, Kepada Desa, dan Lurah. Data yang terkena gempa atau yang ada berdasarkan dokumen itu yang sah, itu dari desa dan lurah,” katanya, Minggu (24/1/2021).

Dia melanjutkan, proses pendataan rumah yang rusak awalnya dilakukan oleh pemerintah setempat. Dari hasil pendataan itu, akan ada tim survei yang datang meninjau warga yang mengaku rumahnya rusak.

“Pendataan rumah ini kan berawal dari pendataan tingkat pemerintah setempat. Dari Kepala Lingkungan, Dusun, Desa, Kecamatan ke Kabupaten dan Provinsi. Nanti validasi data akan ada tim tersendiri di masing-masing rumah yang didatakan,” jelasnya.

Sementara bagi warga yang kehilangan Kartu Keluarga (KK) atau pun Kartu Tanda Penduduk (KTP) akibat gempa, lanjut Nasir, hal itu tidak menjadi masalah.

“Walaupun hilang, tetap bisa diurus karena Kemendagri bekerja sama dengan Catatan Sipil Majene dan Mamuju, itu membuka layanan. Jadi tidak ada alasan tidak ada KK atau KTP,” jelasnya.

Komentar