Korban Gempa Diminta Tidak Bergantung pada Bantuan, Gubernur: Kembalilah! Malu Kita

Minggu, 24 Januari 2021 09:53

Kantor Gubernur Sulbar yang rusak parah akibat diguncang gempa.

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Delapan hari sudah terlewati pasca Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) diguncang gempa 6,2 magnitudo. Aktivitas ekonomi diharap kembali pulih.

Korban gempa diminta untuk tidak bergantung dengan segala bantuan yang datang. Jika sudah bisa produktif, warga diminta mulai menjalankan rutinitasnya seperti sedia kala.

“Kalau sudah bisa kembali, kembali. Kalau tidak ada aktivitas di laut, apa yang mau dimakan. Jalan saja. InsyaAllah gempa ini akan berhenti, berhenti dan selesai,” kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Basdar, Minggu (24/1/2021).

Isu tsunami akan menyapu bersih pesisir pantai Mamuju, warga diminta tidak percaya. Apalagi mengonsumsi kabar yang tidak jelas sumbernya.

Sumber terpercaya hanya berasal di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan sejumlah media massa yang terpercaya dan diakui keakuratan informasinya.

Kendati demikian, menurut Ali Baal, bantuan logistik yang masih ada, tetap harus disalurkan. Utamanya bagi daerah yang terisolir di Bumi Manakarra ini.

Termasuk pendataan bantuan dan kompensasi bagi korban gempa yang mengalami kerugian materil.

“Kecil ini Sulbar. 1,5 juta penduduknya, masa tidak bisa kasih-kasih (bantuan) begitu,” tambahnya.

Ali Baal bahkan merasa malu jika terus-terusan mendapatkan sumbangan bantuan dari berbagai pihak. Sehingga ia mengimbau masyarakat segera kembali ke rumah masing-masing.

“Banyak sumbangan tapi kita malu kalau sering dikasi begitu, malu kita. Kalau sudah bisa kembali (ke rumah), kembali,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Komentar