Tak Punya Biaya, Pulangkan Jenazah Pakai Pikup

Minggu, 24 Januari 2021 19:00

DUKA : Istri mendiang Gede Seni, Ketut Suryani menunjukkan foto sang suami semasih hidup di rumah duka, Dusun Pasek, Des...

FAJAR.CO.ID, KUBUTAMBAHAN — Pemulangan jenazah Gede Seni, warga Banjar Dinas Pasek, Desa/Kecamatan Kubutambahan menggunakan kendaraan bak terbuka (pikap) dari RSUD Buleleng menuju rumahnya Sabtu (23/1), sempat viral di media sosial.

Keluarga almarhum disebut menunggak biaya perawatan di Rumah sakit lantaran tidak menggunakan jaminan kesehatan. Kondisi inipun mendapat beragam tanggapan dari netizen di jagat maya.

Menyikapi hal itu, Perbekel Kubutambahan Gede Pariadnyana angkat bicara soal polemik pemulangan jenazah warganya itu dengan menggunakan kendaraan pikap.

Kepada awak media, Pariadnyana menjelaskan, jika Gede Seni dan keluarganya awalnya memang sudah terdata sebagai penerima jaminan kesehatan PBI yang disubsidi pemerintah karena masuk sebagai keluarga miskin.

Namun, semenjak almarhum bekerja di sebuah Resto di Denpasar, maka Gede Seni mendapat tanggungan BPJS dari perusahannya, sehingga subsidi jaminan kesehatan dari pemerintah dicabut.

Namun, pasca mewabahnya Covid-19, membuat almarhum kena pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga tanggungan BPJS Kesehatan dari perusahaan dihentikan.

“Belakangan yang bersangkutan sakit, dan keluarganya sudah melapor. Kami di perangkat desa sudah memfasilitasi dengan berkordinasi dengan pihak Dinas Sosial agar bisa kembali mendapat jaminan kesehatan. Rencananya, Februari jaminan kesehatannya keluar. Namun, takdir berkata lain, beliau meninggal dunia di RSUD Buleleng Sabtu kemarin,” ujar Pariadnyana, Minggu (24/1) siang.

Karena tidak memiliki biaya, Pariadnyana pun kembali melakukan kordinasi dengan pihak RSUD Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng terkait pemulangan jenzah Gede Seni, meskipun masih menunggak biaya.

Komentar


VIDEO TERKINI