Tokoh NU: Pandji Mingkem Soal Aksi Kekerasan dan Intoleransi FPI

Minggu, 24 Januari 2021 11:15

Akhmad Sahal / Twitter

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ramai-ramai angkat bicara terkait pernyataan komika Pandji Pragiwaksono yang membanding-bandingkan ulama FPI dengan NU dan Muhammadiyah.

Celotehan Pandji seolah ‘pro’ FPI itu menjadi perbincangan di jagat maya, lantaran menyinggung dua ormas islam terbesar di Indonesia.

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand menekankan, pernyataan nyeleneh Pandji seolah mencontohkan dirinya sebagai elitis.

“Bang @pandji nyontohin dirinya sendiri kalau ada yang Assalamu alaikum ketok pintu dia gak bukain. Terus itu sebabnya orang ketuk pintu ke FPI, bukan ke Kiai NU dan Muhammadiyah. Pertanyaannya, Bang Pandji itu Kiai NU atau Muhammadiyah? Kok narik kesimpulannya doi gitu yah,” cuit Gus Nadir, sapaan karib Nadirsyah Hosen di akun Twitter @na_dirs, dikutip Minggu (24/1/2021).

Cuitan lain juga diungkapkan tokoh NU lainnya Akhmad Sahal. Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Serikat tersebut menyebut Pandji salah mengartikan pernyataan sosiolog Thamrin Tomagola.

“Klaim bahwa FPI merakyat, NU-Muhammadiyah elitis itu dari Pandji. Menurut Thamrin, miskin kota di DKI tidak terjangkau NU-Muhammadiyah. Ceruk itu digarap FPI. Konteksnya Jakarta thok. Selanjutnya Thamrin ga muji-muji FPI, hanya analisis sosiologis saat itu (2012),” celoteh Sahal di laman Twitternya @sahal_as.

Dari cuitan Sahal tersebut, Pandji gerenalisasi kejadian yang menimpa FPI di Jakarta seolah-olah terjadi di seluruh Indonesia, padahal kenyataannya tidak demikian.

Komentar