Dua Prajurit TNI Ditembak KKB di Papua, Komnas HAM Bilang Tak Cukup dengan Kunjungan Jokowi

Senin, 25 Januari 2021 20:19

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengatakan, pengerahan kekuatan militer berlebihan tidak akan menyelesaikan tindak kekerasan di Papua.

Beka mengungkap hal itu menyikapi tewasnya dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1) kemarin.

“Enggak. Saya kira tidak perlu. Itu harus segera evaluasi atas pendekatan keamanan yang selama ini ditempuh di Papua,” kata Beka saat dihubungi awak media, Senin (25/1).

Selain itu, kata Beka, urusan kekerasan ini tidak hanya selesai dengan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Papua.

“Presiden bisa saja memimpin langsung. Berkali-kali datang ke Papua kan tidak cukup, karena apa? Sebab, ya, hanya kunjungan kerja biasa,” ungkap Beka.

Menurut dia, negara harus bersungguh-sungguh menghentikan segala tindak kekerasan di Papua.

Caranya dengan memikirkan solusi hingga ke akar persoalan. “Harus ada upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh yang bisa menyasar akar kekerasan di Papua,” lanjut pria asal Cilacap itu.

Menurut Beka, terdapat beberapa cara untuk menyelesaikan tindak kekerasan secara menyeluruh di Bumi Cenderawasih.

Misalnya mengedepankan dialog dengan seluruh elemen masyarakat. “Kemudian penegakan hukum kepada siapa pun yang memang bertindak melawan hukum dan juga pelaku kekerasan. Baik masyarakat sipil maupun aparat keamanan dan penegak hukum,” ujar Beka.

Komentar