Penerapan Protokol Kesehatan Pasca Gempa, Daerah Terisolir Lebih Patuh

Senin, 25 Januari 2021 17:41

Relawan Baznas saat memeriksa kesehatan pengungsi gempa Sulbar. (Dok. Baznas)

Mereka yang diserang penyakit itu mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Penyebabnya, mereka sudah terlalu lama mengungsi dan tidur di bawah tenda dan di pinggir jalan.

Akibatnya, kotoran dan debu dari tanah atau asap knalpot kendaraan yang melintas pun terhirup oleh para pengungsi. Bahkan tak sedikit pula bayi yang juga menghirup udara kotor tersebut.

“Penyakit paling banyak Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, sakit kepala, sakit di badan, itu yang paling banyak,” jelasnya.

Persediaan air bersih bagi para pengungsi di pinggir jalan juga menjadi masalah. Apalagi MCK yang selama ini jadi kebutuhan pengungsi setiap hari.

“Iya (kurang air bersih). Kalau kita lihat kondisi pengungsian memang kurang air bersih, MCK susah. Otomatis tingkat kebersihan di di sini memang rendah,” terang dia kepada Fajar.co.id. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI