Persoalan Gudang Dalam Kota Belum Tuntas, Pengamat : Curigai Ada Kongkalikong

Senin, 25 Januari 2021 14:18

Foto : aktivitas gudang dalam kota

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Gudang dalam kota masih bebas beroperasi. Belum ada langkah tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Padahal, aktivitas gudang dalam kota dilarang yang diatur dalam Perwali nomor 93 tahun 2005 tentang peraturan kegiatan gudang dalam kota, yang terbit di era Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Dalam Perwali tersebut ditegaskan, hanya ada dua kecamatan yang boleh melakukan aktivitas pergudangan, yakni Kecamatan Biringkanayya dan Tamalanrea.

Pengamat Pemerintahan Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Makassar melakukan pengawasan ketat terkait hal ini.Apalagi sudah ada regulasi yang jelas melarang hal ini.

“Harus dievaluasi Pj Wali Kota, aparat tingkat bawahnya dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Jangan sampai, ada kongkalikong antara OPD terkait, dengan kelompok – kelompok pengusaha tertentu, yang justru menjadi citra negatif Pemkot di mata publik atau masyarakat,” ujarnya, Senin (25/1/2021)

Harusnya, kata Lukman, OPD terkait mampu turun melakukan pengawasan, dan monitoring secara terus menerus. Sebab, jangan sampai semakin banyak oknum-oknum pengusaha, yang menjadikan tempat tinggal mereka sebagai gudang barang.

“Karena ini salah satu biang keladi kemacetan di kota Makassar, di beberapa ruas jalan utama, itukan banyaknya truk yang bongkar simpan barang. Ini patut dicurigai, area tempat penyimpanan gudang barang,” jelasnya.

Komentar