Potongan Tarif Listrik Berlanjut, PLN Minta Anggaran Rp4,66 Triliun

Senin, 25 Januari 2021 19:07

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pemerintah melanjutkan stimulus listrik untuk masyarakat hingga Maret tahun ini. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Bob Saril menyatakan, nilai anggaran itu mencapai Rp 4,66 triliun.

“Tentu saja PLN sebagai entitas bisnis meminta pemerintah untuk meng-cover yang sudah kami keluarkan. Total mencakup 33,04 juta pelanggan dengan nilai Rp 4,66 triliun,” ujar Bob Minggu (24/1).

Dia menyatakan bahwa anggaran Rp 3,8 triliun dialokasikan sebagai diskon tarif listrik. Perinciannya, diskon 100 persen untuk pelanggan rumah tangga serta bisnis dan industri dengan daya 450 volt ampere (VA) dan diskon 50 persen untuk pelanggan rumah tangga berdaya 900 VA. Total pelanggan yang mendapatkan keringanan tarif mencapai 31,9 juta.

Bob menambahkan, anggaran yang diusulkan PLN itu juga meliputi pembebasan abonemen dan rekening minimum untuk 1,11 juta pelanggan. Total nilainya mencapai Rp 844,5 miliar. Selain itu, Rp 18,82 miliar dianggarkan untuk pembayaran pembebasan abonemen atau biaya beban atau rekening minimum 2020.

Namun, data tersebut sangat dinamis karena jumlah pelanggan yang harus disubsidi bertambah. “Realisasinya tentu saja akan dihitung berapa banyak yang diklaim, berapa banyak yang diberikan. Yang kita keluarkan itu yang kita tagihkan kepada pemerintah,” jelas Bob.

Usul PLN itu berbeda dengan hitung-hitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelumnya, total nominal mencapai Rp 4,57 triliun. Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi menjelaskan, nanti hitungan disesuaikan dengan data termutakhir.(jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
5
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar