Sandiaga Uno Ingin Berkantor di Bali Sebulan Sekali, Sultan Bachtiar Najamuddin Sentil Begini

Senin, 25 Januari 2021 14:08

Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: dok. Kemenparekraf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin menyentil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang berencana berkantor sebulan sekali di Bali untuk memulihkan wisata Pulau Dewata.

Senator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu itu meminta Sandiaga Uno juga memberikan perhatian khusus untuk pengembangan pariwisata di Pulau Sumatera.

“Mewakili seluruh anggota DPD RI sub wilayah barat satu, tentu kami akan sangat gembira sekali kalau Pak Menteri Sandiaga bisa menjadwalkan pula untuk tidak hanya berkunjung, tetapi juga berkantor di salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera,” kata Sultan dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1).

Menurut senator yang beken disapa dengan panggilan SBN ini, banyak sekali potensi pariwisata yang berbasis ecotourism di Sumatera bisa didorong menjadi salah satu pusat destinasi wisata dengan standar nasional bahkan internasional.

Sultan mengatakan Pulau Bali sudah memenuhi seluruh aspek yang dibutuhkan sebagai syarat pariwisata bertaraf internasional. Baik secara kultur atau sarana infrastruktur penunjang lainnya dalam mendukung keberlangsungan sektor pariwisata.

“Justru sebaliknya, seharusnya yang mendapatkan perhatian oleh pemerintah adalah potensi-potensi wisata daerah lainnya yang belum dikelola secara optimal,” kata mantan wakil gubernur Bengkulu, itu.

Sultan menambahkan bahwa Pulau Sumatera selain terkenal dengan potensi alam, juga menjadi salah satu pulau terbesar di Indonesia yang menyimpan banyak potensi wisata.Dia menyatakan berbagai pulau di sekitarnya, hutan hujan tropis yang luas, keanekaragaman budaya yang luar biasa, membuat tujuan wisata Sumatera patut diperhitungkan.

Selain itu, katanya, kondisi geografis Pulau Sumatera yang dikelilingi perairan tentunya menjadi nilai tambah tersendiri. Terlebih lagi terdapat pantai-pantai indah yang berderet di sepanjang garis pantainya.

Menurut SBN, salah satu tantangan pengembangan sektor pariwisata di Pulau Sumatera adalah fasilitas infrastruktur dan investasi yang memadai.

Namun demikian, katanya, ada tantangan lain bukan hanya bagaimana pemerintah mampu meyakinkan pihak-pihak swasta dengan membangun citra yang berdaya saing tinggi, tetapi pembangunan pariwisata dengan suatu passion di dalam mengembangkannya.

Karena itu pihaknya menilai diperlukan kerja sama antarelemen masyarakat dalam membangun konsep pariwisata yang berkelanjutan. SBN menegaskan bahwa inilah konsep inklusivitas dalam pariwisata yang diharapkan dapat menjadi narasi yang menyatukan di dalam memajukan kepariwisataan Indonesia di masa depan.

“Jadi pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mesti menggandeng seluruh pihak yang berkepentingan dengan membangun proyeksi rencana jangka panjang dalam penguatan sektor pariwisata di pulau Sumatera,” tutupnya.(jpnn/fajar)

Komentar