Setelah Vaksinasi Masih Bisa Terpapar Virus Corona

Senin, 25 Januari 2021 08:52

TAAT PROSEDUR: Proses skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Setelah vaksinasi, pembentukan antibodi setiap orang akan berbeda-beda. Meskipun telah divaksin, tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Pada dasarnya, vaksin adalah sebuah obat atau formula khusus yang dibuat untuk menyembuhkan penyakit tertentu yang ada di dalam tubuh manusia. Seperti halnya vaksin Covid-19 Sinovac yang digunakan untuk membuat tubuh terjaga dari paparan virus tersebut.

Dokter RS Adi Husada (RSAH) Undaan Wetan dr. Lili Soetjipto, M. Si, menjelaskan, vaksin yang telah disuntikkan ke tubuh manusia memiliki proses yang berbeda. Untuk terbentuk antibodi membutuhkan kadar tertentu dan waktu tertentu.

“Disuntik vaksin sekarang besok antibodinya terbentuk? Ya lama lah. Nggak bisa langsung jadi. Butuh waktu, misalnya kadar vaksin yang disuntikkan sedikit ya pembentukannya (antobodi) juga lama,” kata dr. Lili.

Maka dari itu perlu adanya proses vaksinasi kedua setelah 14 hari pasca vaksin pertama. Menurutnya, vaksin pertama yang telah disuntikkan ke tubuh perlu adanya adaptasi atau pengenalan pada tubuh manusia.

“Jadi misal, divaksin sekali untuk pengenalan (boster, red). Karena sistim pembentukan kekebalan tubuh itu diawali dengan pengenalan dulu. Setelah 14 hari kemudian, dilakukan vaksinasi lagi, maka akan mempermudah tubuh membentuk antibodi. Jadi seperti itu prosesnya,” ujar dr. Lili.

Sementara itu, waktu pembentukan antibodi bisa dari dua minggu hingga sebulan. Maka dari itu dalam kurun waktu setengah bulan setelah vaksinasi, seseorang masih rentan terpapar virus. Hal itu dikarenakan belum terbentuknya antibodi di dalam tubuh.

Komentar