Tak Hanya Ambroncius, Politikus Demokrat Minta Polisi Juga Tangkap Prof Henuk

Senin, 25 Januari 2021 21:11

Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kepala Biro Perhubungan DPP Partai Demokrat, Abdullah Rasyid meminta kepolisian serius menangani kasus rasis yang menimpa aktivis HAM, Natalius Pigai.

Dia meminta polisi tak hanya memanggil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin) Ambroncius Nababan. Tapi juga guru besa Universitas Sumatera Utara, Prof Yusuf Leonard Henuk (YLH).

“Gak guna klarifikasi kau. Rasis ya rasis aja. Ayo @DivHumas_Polri tangkap makhluk ini! Kelakuanmu hina, Otak miskin, Kebanyakan minum air kolam,” tulis Abdullah dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Senin (25/1/2021).

Tak hanya ke Polri, anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu juga meminta Kantor Staf Presiden turun tangan menyelesaikan kasus rasisme tersebut.

“Pak @Dr_Moeldoko @KSPgoid ini @ProfYLH juga penyebar Rasis. Makhluk spt ini perusak NKRI #TangkapPenyebarRasis,” ungkapnya.

Sebelumnya, dikutip fajar.co.id, Akun Twitternya @profYLH juga mencuit kalimat yang ditujukan kepada Pigai. Cuitan ini dibuat Yusuf pada tanggal 2 Januari 2021.

“ Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko:”Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?”.Pasti ko berani buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” tulis Yusuf sambil menyertakan foto Pigai dengan monyet yang sedang bercermin.

Sementara, Ambroncius Nababan membuat unggahan lewat akun Facebook yang diduga miliknya. Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, diduga Ambroncius mengunggah foto Natalius Pigai dan menyandingkannya dengan foto gorila.

Di unggahan lainnya, dia mengomentari pemberitaan yang berisi pernyataan Natalius bahwa rakyat berhak menolak vaksinasi Covid-19.

“Mohon maaf yg sebesar-besar nya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di vaksin. Faham?” Begitu teks yang tertulis dalam unggahan tertanggal 12 Januari itu. (msn/fajar)

Komentar