Tes Acak GeNose untuk Deteksi Covid-19 pada Penumpang Bus Mulai 5 Februari

Senin, 25 Januari 2021 10:05

Calon penumpang bersiap menaiki bus antarkota di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta, Selasa (22/12/2020). Jelang Natal dan Tahun Baru, warga mulai mudik ke kampung halaman. Meski libur panjang dibatalkan, pemudik tetap terlihat di Terminal Pulogebang, Jakarta. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merespons permintaan Menko Investasi dan Kemaritiman Luhut B Panjaitan agar memanfaatkan pendeteksi Covid-19 GeNose. Budi mengatakan, penggunaan alat deteksi Covid-19 karya anak bangsa GeNose akan mulai diterapkan pada moda transportasi bus secara acak (random) mulai 5 Februari 2021.

Menurutnya, alat pendeteksi Covid-19 yang diinisiasi oleh tim peneliti dari UGM ini sudah mendapatkan persetujuan edar dari Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19. Sehingga, pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib (mandatory) pada tanggal 5 Februari 2021.

“Sedangkan angkutan bus tidak wajib, tapi akan dilakukan pengecekan secara random menggunakan GeNose mulai 5 ferbuari 2021, yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (25/1).

Budi Karya sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia, jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak (random) dan seseorang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat.

Menhub mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi bus agar tidak memaksakan diri untuk berangkat jika merasa tidak enak badan atau sakit, karena di terminal-terminal bus dilakukan pengecekan secara acak.

“Keinginan dari Bapak Presiden yaitu untuk memastikan konektivitas itu tetap berjalan, tetapi protokol kesehatan juga dijalankan secara baik. Kita ingin semua masyarakat tertib dan membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Komentar