Tidur di Pinggir Jalan, Pengungsi di Mamuju Terserang Penyakit ISPA

Senin, 25 Januari 2021 14:16

Korban gempa Majene Sulawesi Barat yang meninggal di tenda (dtc)

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Kondisi sejumlah pengungsi gempa di Kabupaten Mamuju ternyata kian memprihatinkan. Banyak dari mereka yang diserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

Mereka yang diserang penyakit itu mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Penyebabnya, mereka sudah terlalu lama mengungsi dan tidur di bawah tenda dan di pinggir jalan.

Akibatnya, kotoran dan debu dari tanah atau asap knalpot kendaraan yang melintas pun terhirup oleh para pengungsi. Bahkan tak sedikit pula bayi yang juga menghirup udara kotor tersebut.

“Penyakit paling banyak Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, sakit kepala, sakit di badan, itu yang paling banyak,” kata Kepala Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong, dr Kaslan, Senin (25/1/2021).

Persediaan air bersih bagi para pengungsi di pinggir jalan juga menjadi masalah. Apalagi MCK yang selama ini jadi kebutuhan pengungsi setiap hari.

“Iya (kurang air bersih). Kalau kita lihat kondisi pengungsian memang kurang air bersih, MCK susah. Otomatis tingkat kebersihan di di sini memang rendah,” terang dia kepada Fajar.co.id.

Selain itu, kondisi cuaca yang kadang berubah-ubah juga menjadi penyebab. Di Bumi Manakarra ini, terkadang hujan mengguyur dan kadang pula ada panas terik matahari.

Beruntung sudah ada tenaga medis dan relawan setempat yang membantu para pengungsi. Kendati demikian, masalah itu diharapkan menjadi perhatian pemerintah setempat.

“Untuk ISPA karena kondisi cuaca. Hujan, panas. Khususnya mereka tidur di luar dengan debu, cuaca dingin dan lebih banyak masyarakat sekarang keluh ISPA,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima dari Satgas Tanggap Bencana Sulbar, jumlah pengungsi saat ini sebanyak 89.624 orang. Terdiri dari 60.505 di Mamuju dan 29.199 orang di Majene. Mereka yang mengungsi tersebar di beberapa titik. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI