Anggaran Dana Hibah Ditolak Kemenparekraf, Pemkot Upayakan ke DAU

Selasa, 26 Januari 2021 10:14

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Rahmat Mappatoba

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih kukuh mempertahankan agar dana hibah untuk hotel dan restoran bisa dicairkan. Meski surat yang diajukan ditolak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Rahmat Mappatoba mengungkapkan bahwa dana hibah yang masih berada di kas daerah dan belum dikembalikan.

Alasannya, kata Rahmat di dalam petunjuk teknis (juknis) penggunaan anggaran dana hibah tersebut masih bisa diperhitungkan di Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kota Makassar

“Tetapi kita tunggu dululah sampai bagaimana dengan ketentuan juknisnya. Karena ada saya baca di juknis bisa diperhitungkan di DAU kita,” ungkapnya

Dikembalikan atau di minta lagi untuk digunakan dana hibah tersebut, Rahmat mengaku masih menunggu perkembangan dan petunjuk dari Kementerian Pariwisata

“Jadi kita juga sambil tunggu transferan untuk DAU, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.

Sementara diketahui, dana hibah yang berada di kas daerah berjumlah Rp24,4 Miliar. 50 persen dari total keseluruhan.

“Itu anggarannya 50 persen (Rp24,4 miliar) sekarang masih ada di kas, nanti setelah itu terealisasi baru bisa diajukan lagi yang 50 persennya,” tutup Rahmat.( ikbal/fajar)

Komentar