Isu Taliban Kembali Serang KPK, ICW: Sudah Usang dan Publik Tidak Percaya

Selasa, 26 Januari 2021 10:49

Ilustrasi gedung KPK (Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Isu taliban dan radikalisme kembali menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, isu taliban yang sedang dinaikkan beberapa kelompok merupakan serangan rutin ke KPK saat sedang mengungkap perkara besar.

“Kami menduga kelompok tersebut berupaya untuk mengalihkan isu utama bahwa KPK saat ini sedang menangani perkara besar, salah satunya skandal korupsi bantuan sosial, yang diduga melibatkan banyak politisi,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (26/1).

Kurnia menegaskan, isu taliban dan radikalisme yang menyerang lembaga antirasuah merupakan opini usang yang tidak lagi dipercaya publik.

“Isu itu sudah usang dan publik tidak lagi percaya. Sebab, sampai hari ini kesimpulan tersebut tidak pernah terbukti dan hanya sekadar khayalan belaka,” cetus Kurnia.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membantah adanya isu radikalisme hingga taliban di internal KPK. Pimpinan KPK dua periode ini menyatakan, satu-satunya militansi yang dimiliki para pegawai KPK adalah untuk memberantas korupsi.

“Kalau Taliban dalam artian militan melakukan pemberantasan korupsi mungkin iya. Kalau Taliban yang lain adanya itu di Afghanistan,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (25/1).

Alex menegaskan, isu radikalisme dan taliban merupakan isu lama yang digaungkan untuk menggembosi kinerja KPK. Secara kelembagaan KPK memastikan isu itu tidak berdasar dan telah berulang kali diklarifikasi.

Komentar


VIDEO TERKINI