Sebut Kasus Jilbab Dibesar-besarkan, MUI Sumbar: Ini Ada Masalah Lain yang Ditujukan ke Sumatera Barat

Selasa, 26 Januari 2021 20:12

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat angkat bicara terkait aturan pemakaian jilbab bagi siswi di SMK Negeri 2 Padang.

Ketua MUI Sumbar Gusrizal mempertanyakan unsur pemaksaan berjilbab terhadap non Muslin di sekolah tersebut. Dia menilai, kasus ini seolah dibesar-besarkan untuk mencoreng nama baik Sumatera Barat.

“Coba buktikan orang yang menuduh ini pemaksaan. Jadi saya melihat ini bukan hanya perkara SMK saja, ini ada masalah lain yang ditujukan ke Sumatera Barat,” kata Gusrizal dikutip Antara, Selasa (26/1).

Dirinya menyesalkan sejumlah tokoh yang membesar-besarkan kasus tersebut dengan tuduhan intoleransi dan anti kebihnekaan. Padahal mereka tidak mendengar langsung kronologis kejadian.

“Saya melihat ada tokoh-tokoh di Jakarta yang begitu gampang menuduh ini antikebhinekaan, intoleran, pertanyaannya apakah mereka sudah mendengarkan kronologisnya,” katanya.

“Saya sendiri telah konfirmasi ke pihak pemerintah daerah apa yang sebenarnya terjadi di SMKN 2 Padang,” sambung dia.

Sebelumnya, kasus yang dinilai sebagai bentuk pemaksaan jilbab di SMK 2 Padang ini jadi sorotan setelah salah satu orang tua siswa mengunggah cuplikan video pembicaraan dengan pihak sekolah melalui media sosial.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim langsung bereaksi. Pihaknya memerintahkan pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk memberi sanksi tegas terhadap siapapun yang terlibat. Jika perlu dipecat dari jabatannya.

Komentar