Soal Kasus Jilbab, Pengamat: Nadiem Belum Memahami Kondisi Dunia Pendidikan Indonesia

Selasa, 26 Januari 2021 18:57

Nadiem Makarim

“Jika Mendikbud meminta para pendidik di SMKN 2 Padang dibebastugaskan karena mereka mengikuti aturan kepala daerah, sangatlah juga tidak bijak. Ini menyangkut nasib dan karir seseorang,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com (grup FAJAR), Selasa (26/1/2021).

Ia menilai, ketidakbijaksanaan itu karena Nadiem belum memahami kondisi dunia pendidikan Indonesia. Bahkan, Nadiem menurutnya di tengah pandemi ini benar-benar menerapkan protokol kesehatan 3M, namun dalam arti lain, bukan pada virus melainkan pemangku kepentingan pendidikan Indonesia.

“Beliau menjaga jarak dari para guru, kepala sekolah, dan insan pendidikan. Beliau memilih untuk menggunakan masker besi sehingga tidak ada percakapan, dialog, diskusi dengan pemangku kepentingan pendidikan. Beliau juga lebih banyak mencuci tangan untuk masalah-masalah pendidikan yang ada di tanah air. Ini protokol kesehatan yang kebablasan,” imbuh pria berkacamata tersebut.

Dalam kasus SMKN 2 Padang ini, jika Mendikbud tidak menjaga jarak, maka beliau seharusnya tahu bahwa para pendidik ini hanya menjalankan Instruksi Wali Kota Padang nomor 451.442/BINSOS-iii/2005 dan telah berjalan selama 15 tahun. Ini bukan sepenuhnya kesalahan para pendidik yang menjalankan instruksi pemimpinnya yaitu Kepala Daerah.

Alih-alih melindungi para pendidik, Mendikbud justru memilih untuk mendorong adanya sanksi yang berat. Komunikasi yang selama ini dilakukan oleh Mendikbud harus diakui memang sangat buruk.

“Mungkin beliau lupa kalau posisinya adalah seorang pejabat publik yang harusnya memberikan informasi kepada publik sejelas-jelasnya tanpa menggunakan masker besi,” tegasnya.

Komentar