Danny Pomanto Ditantang Komentari RS Batua, Jangan Cuma Berani Bicara Korupsi Bansos Covid-19

Rabu, 27 Januari 2021 18:55

Akbar Polo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat dan Pemuda Anti Korupsi (GEMPAR) NKRI, Akbar Polo menantang Danny Pomanto, Walikota Makassar terpilih untuk membongkar atau berkomentar terkait Kasus Pembangunan Rumah Sakit Batua Makassar.

Sebab diduga terjadi terjadi mark-up berindikasi korupsi menyebabkan kerugian negara milyaran rupiah dalam proses pembangunan puskesmas yang ditarget menjadi RS tipe C itu.

Akbar Polo meminta Danny Pomanto tal menaruh dendam kepada orang lain.

“Karena di masa bapak memimpin Makasaar banyak juga kasus yang berindikasi korupsi, seperti yang terjadi pada kasus Fee 30% , menyeret dua bersaudara yang ditahan LP Gunung Sari dan kasus Pohon Ketapang,” kata Akbar Polo, Rabu (27/1/2021).

Pernyataan Akbar itu terkait komentar Danny Pomanto yang memastikan akan membongkar kasus mark up bantuan sosial (bansos) yang ditengarai jadi lumbung korupsi.

Danny mengaku, tidak akan membiarkan masyarakat melarat sementara para pejabat bebas berkeliaran.

“Saya pastikan akan bongkar kasus mark up bantuan sosial di Makassar, saya tidak akan diam melihat masyarakat menderita,” kata Danny, Selasa (26/1/2021).

Pernyataan itulah yang membuat DPP Gempar NKRI meminta Danny ikut bersuara terkait polemik pembangunan RS Batua.

“DPP Gempar NKRI, sekali lagi saya katakan kepada bapak selaku walikota terpilih, beranikah anda berkomentar di media, ketika anda selaku Walikota Makassar sebelumnya tidak ada lagi korupsi berjamaah nantinya, ketika danny pomanto memimpin Makassar,” tantang Polo.

Lebih lanjut, Kata Polo pernyataan Danny Pomanto tersebut merupakan pernyataan pemimpin pendendam.

“Pemilihan walikota telah selesai, mari kita saling memaafkan, jangan jadi pemimpin yang pendendam. Makassar ini punya simbol siri Na Pacce,” pungkas Akbar Polo.(*/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI