Disemprot KPK Karena MCP Rendah, Ini Respons Pj Walikota Makassar

Rabu, 27 Januari 2021 21:06

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi peringatan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait rendahnya capaian nilai pengukuran Monitoring Center for Prevention (MCP) yang masih rendah.

Pasalnya, Makassar berada di urutan 18 dari 24 kabupaten kota di Sulsel. Tentu hal itu menjadi catatan buruk bagi kota sekelas Makassar.

Menanggapi hal itu, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin secara tegas menolak bahwa Makassar dalam posisi buncit dari 3 Kota, dan urutan ke 18 dari daerah lain di sulsel.

Pasalnya kata Rudy, makassar belum bisa dikatakan rendah MCP yang saat ini sudah masuk dalam zona biru atau masih dalam posisi rata-rata.

“Kalau dilihat di Indonesia rata-rata daerah masuk zona biru, dan yang zona hijau itu cuma sedikit, seperti di Kalimantan Selatan dan Jawa,” terangnya

Rudy mengkalim bahwa seharusnya Makassar sudah masuk zona hijau, apalagi pada tingkatan provinsi dinilainya memilki rata-rata yang sudah bagus.

“Tetapi itu sudah menjadi tantangan kita semua, karena tadi KPK sudah memberi arahan bagaimana cara menaikkan MCP,” jelasnya.

Namun Rudy menampik bahwa keberhasilan capaian MCP bukan hanya dilihat dari angka semata tetapi akuntabilitas yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Jadi bukan soal angka, tetapi yang terpenting sistem akuntabilitas di Pemkot Makassar itu bisa betul-betul terlaksana,” tutup Rudy. (ikbal/fajar)

Komentar