Gempa Sulbar Telan 105 Korban Jiwa, Kerugian Rp829,1 miliar

Rabu, 27 Januari 2021 17:44

Dampak gempa di Mamuju, Sulbar. (IST)

FAJAR.CO.ID — Hingga Rabu (27/1/2021) hari ini, 105 orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021) .

“Berdasar hasil sementara sinkronisasi dan validasi yang dilaksanakan tim, korban meninggal dunia akibat gempa bumi itu berjumlah 105 orang. Sebanyak 95 orang di Kabupaten Mamuju dan 10 orang di Kabupaten Majene,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju Saidar Rahmanjaya seperti dilansir dari Antara, Rabu (27/1/2021).

Dia menjelaskan, jumlah korban luka-luka sebanyak 3.369 orang dan 89.524 orang yang terdampak gempa terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian.

Saidar Rahmanjaya menyampaikan, tim sinkronisasi telah melakukan validasi data terkait jumlah korban yang meninggal dunia.

”Sinkronisasi dilakukan dalam rangka menyiapkan data korban gempa bumi yang valid, sebagai dasar pemberian santunan kepada ahli waris korban,” ucap Saidar Rahmanjaya.

Berdasar arahan Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris, lanjut dia, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju ditunjuk sebagai koordinator dalam melakukan sinkronisasi dan validasi data korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju.

”Tim sinkronisasi dan validasi data korban meninggal ini terdiri atas Basarnas, TNI dan Polri, Kemensos, Kementerian Kesehatan, BNPB, dan beberapa sumber pendukung lain. Tim melakukan proses validasi untuk mendapatkan data yang valid agar ahli waris korban meninggal dunia segera mendapatkan santunan,” ujar Saidar Rahmanjaya.

Dia menambahkan, berdasarkan data BNPB, kerusakan yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju pada Jumat (15/1), yakni di Kabupaten Majene satu kantor koramil rusak, 17 fasilitas kesehatan, 4.122 rumah, dan sebanyak 32 fasilitas ekonomi serta perkantoran rusak.

Di Kabupaten Mamuju, tercatat 3.741 rumah rusak, satu hotel, satu minimarket, kantor gubernur, lima unit fasilitas kesehatan, tiga jembatan, dan satu pelabuhan, rusak.

”Kerugian akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, pada Jumat (15/1), mencapai Rp829,1 miliar,” kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai.

Dia menyebut, kerugian akibat gempa di Kabupaten Majene sebesar Rp449,8 miliar. Dengan rincian, kerusakan permukiman sebesar Rp 365,3 miliar, infrastruktur Rp235 juta, sosial sebesar Rp76,9 miliar, kerugian di sektor ekonomi sebesar Rp 5,13 miliar, serta kerugian lintas sektor Rp2,1 miliar.

Sementara itu, di Kabupaten Mamuju total kerugian akibat gempa ditaksir Rp379,3 miliar, terdiri dari kerugian permukiman sebesar Rp270,1 miliar, kerugian akibat kerusakan infrastruktur Rp1,3 miliar, sosial Rp17,4 miliar, ekonomi Rp 50,4 miliar, dan lintas sektor Rp39,9 miliar. (jpc)

Komentar


VIDEO TERKINI