Kebakaran di Jeneponto, 6 Orang Tewas

Rabu, 27 Januari 2021 14:17

Kebakaran di Jeneponto

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Kobaran api kian membara di salah satu rumah di Desa Bontomate’ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Selasa (23/1/2021) pukul 23.30 Wita.

Rumah yang bermaterial kayu itu ludes dilalap api. Seluruh penghuni yang berada di dalam rumah itu terjebak di antara kepungan si jago merah.

Akhirnya, penghuni rumah yang berjumlah enam orang itu pun tewas terpanggang.

Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul membenarkan kejadian itu.

“Enam orang tewas atas kejadian itu yang terdiri dari suami, istri, anak, keponakan dan menantu,” katanya, Rabu (27/1/2021).

Perwira polisi berpangkat tiga balok ini menjelaskan, awalnya warga saksi mata melihat atap rumah itu sudah membesar. Ia pun bergegas untuk memanggil warga sekitar.

Namun tak berselang lama, api semakin membesar dan melalap seluruh bagian rumah. Warga tak mampu berbuat banyak, akhirnya mereka pun memanggil pemadam kebakaran.

“Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api menggunakan air seadanya. Namun api begitu cepat menghanguskan satu rumah panggung bersama isinya,” jelas AKP Syahrul.

Selain berusaha memadamkan api, warga juga sempat ingin menolong korban yang terjebak di dalam rumah itu. Namun apa daya, kobaran api sangat besar dan korban tewas terpanggang.

Kata Syahrul, rumah yang terbakar itu memang hanya memiliki satu pintu saja. Sehingga pada saat semua korban hendak kabur, pintu itu juga sudah hangus terbakar.

“Hanya satu pintu di bagian depan saja dan tidak memiliki ruang jalan menuju kebelakang rumah, untuk menyelamatkan diri. Akibatnya semua korban meninggal dunia,” jelasnya.

Butuh waktu 20 menit proses pemadaman dilakukan oleh empat armada dari Damkar Jeneponto. Saat dilakukan penyisiran, keenam korban sudah hangus terbakar di dalam rumah tersebut.

Keenam korban diketahui bernama Sirajang Daeng Tongang, 75 tahun, sebagai kepala keluarga sekaligus pemilik rumah dan istrinya, Saleori Daeng Cini, 65 tahun yang tewas atas kejadian itu.

Ada juga menantu Sirajang yang bernama Yusuf Daeng Tompo, 38 tahun. Ia tewas bersama istrinya bernama Armi Damayanti, 35 tahun dan anaknya bernama King Abdul Soleh, 8 tahun.

Korban terakhir bernama Kautsar Biyang, 8 tahun yang merupakan keponakan korban Armi. Semua korban ini tewas terpanggang di dalam rumah tersebut.

“Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Masih penyelidikan lebih lanjut dan rencananya akan didatangkan Tim dari Labfor Polri di Makassar,” terang AKP Syahrul. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI