Komisioner KPU Barru Hanya Dijatuhkan Sanksi Teguran, Mudassir: Harusnya Dipecat

Rabu, 27 Januari 2021 19:16

Mudassir Gani

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Calon Bupati Barru, Mudassir Hasri Gani mengaku kurang puas dengan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang mengabulkan sebagian gugatan terkait dugaan pelanggaran kode etik KPU Kabupaten Barru.

“Saya kurang puas, karena seharusnya ada pemecatan dari KPU Barru itu. Karena kondisi Barru kemarin sangat luar biasa. Demo di mana-mana, ada cacat administrasi pelanggaran, kemudian KPU lalai, tapi hanya teguran biasa yang diberikan,” keluh Mudassir Hasri Gani saat dihubungi fajar.co.id, Rabu (27/1/2021).

Calon nomor urut 01 itu menilai kelalaian KPU meloloskan calon yang tidak memenuhi syarat administrasi sangat fatal. Bahkan terjadi demonstrasi massa sebagai bentuk protes keputusan KPU tersebut.

“Memang kesalahan KPU itu fatal karena meloloskan calon yang tidak memenuhi syarat. Sehingga kalau cuma teguran saya pribadi sangat tidak memuaskan itu keputusan DKPP,” tegasnya kemudian.

Pasca putusan tidak memuaskan itu, Mudassir sebagai pihak pengadu akan membawa hasil putusan DKPP sebagai dasar dan penguatan di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kasus yang terjadi di Barru.

“Mungkin langkah terdekat cuma di MK. Kebetulan besok sidang pendahuluannya. Jadi hasil sidang DKPP ini kami jadikan dasar juga sebagai penguatan terkait kasus yang terjadi di Barru. Tidak sesuai harapan,” tutupnya lugas.

Diketahui, dalam putusan sidang DKPP yang digelar secara virtual hari ini, status Teradu, Ketua KPU Barru Syafruddin H. Ukkas, serta Anggota KPU Barru Muhammad Natsie Azikin dan Abdul Syafah dinyatakan bebas dari sanksi dan statusnya direhabilitasi.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI