Soal Kemerdekaan Palestina, Sikap Presiden Joe Biden Bikin Lega

Rabu, 27 Januari 2021 22:08

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani 15 kebijakan baru pada hari pertamanya berkantor di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (20/1). Foto: Reuters

FAJAR.CO.ID — Untuk pertama kalinya sejak Joe Biden dilantik sebagai presiden Amerika Serikat, Gedung Putih akhirnya mengeluarkan pernyataan mengenai konflik Palestina dan Israel.

Politikus Partai Demokrat itu meyakini solusi dua negara merupakan satu-satunya cara menciptakan perdamaian di kawasan tersebut. “Biden percaya solusi dua negara masih jadi satu-satunya cara untuk melangkah maju,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki saat jumpa pers, Selasa (26/1).

Sikap yang sama juga disampaikan oleh pemerintahan Joe Biden di hadapan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) di Washington, Selasa (26/1).

Pelaksana Tugas Utusan Khusus AS untuk PBB, Richard Mills, mengatakan pemerintahan Biden akan membatalkan sejumlah kebijakan pada masa Donald Trump terkait konflik Israel dan Palestina.

Mills mengatakan, AS akan mendorong Israel dan Palestina tidak mengambil langkah sepihak yang dapat menyulitkan solusi damai dua negara, di antaranya seperti mencaplok paksa wilayah tertentu, membangun kawasan pemukiman, membongkar pemukiman warga, menghasut, dan menyediakan bantuan untuk aksi terorisme kepada orang tertentu.

Bangsa Palestina menginginkan wilayah negaranya mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza, sementara ibu kotanya berada di Yerusalem timur.

Namun, seluruh wilayah itu diambil paksa oleh Israel pada 1967. Jika pemerintahan AS yang baru mengikuti perjanjian damai buatan Trump, maka Washington mengakui bahwa wilayah pendudukan itu bagian dari kedaulatan Israel.

Komentar