Jazilul Fawaid Rinci PR Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kamis, 28 Januari 2021 11:08

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendesak agar Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menindak dan mengum...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis di Istana Negara, Rabu (27/1/2021).

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus menjadi perhatian Listyo Sigit.

”Ya tentu kita mengucapkan selamat kepada Kapolri yang baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diangkat oleh Presiden dan juga disetujui oleh DPR. Mudah-mudahan sukses menjalankan amanah yang telah diberikan,” ujar Jazilul Fawaid, Kamis (28/1/2021).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, tantangan atau PR pertama adalah menyelesaikan persoalan di internal Polri yakni melanjutkan penguatan reformasi internal di jajaran Kepolisian sebelumnya sudah dilakukan beberapa Kapolri terdahulu.

“Ini perlu agar polisi menjadi polisi yang profesional dan terpercaya. Ya kalau sekarang tambah lagi dapat memprediksi kamtibmas yang menjadi ancaman,” katanya

Seperti yang disampaikan saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi III DPR, Listyo Sigit Prabowo memiliki motto Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

”Intinya tantangan internalnya mereformasi jajaran kepolisian yang lebih mengayomi, melindungi, melayani untuk kepentingan kamtibmas,” katanya.

Kapolri juga perlu melakukan konsolidasi internal, termasuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong.

PR kedua yakni bagaimana Kapolri baru bisa membantu pemerintah dan masyarakat untuk terhindar dari pandemi Covid-19 dengan menegakkan protokol kedisiplinan masyarakat sehingga aman dari ancaman Covid-19.

“Selain itu, menciptakan iklim keamanan, investasi dan berusaha karena pandemi ini memiliki dampak pada sisi ekonomi yang memburuk. Ini tantangan yang berat juga. Jajaran Kepolisian harus memberikan jaminan rasa aman kepada pelaku usaha, baik pelaku usaha kecil menengah dari luar maupun dalam negeri, ini penting,” katanya.

Menurut Gus Jazil, hal ini bukan persoalan mudah karena ekonomi bisa berkembang jika keamanan terjamin. Ketiga, menuntaskan kasus-kasus yang selama ini ditangani jajaran Kepolisian.

”Utamanya kasus-kasus yang menjadi perhatian publik agar dituntaskan secara cepat. Ini tantangan jangka pendeknya, menuntaskan berbagai kasus yang sekarang sedang ditangani. Apakah itu ujaran kebencian atau tindak pidana yang lain, media sosial yang seringkali dijadikan tempat untuk menyebar fitnah,” katanya. (jpnn/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI