Jenderal Listyo Sigit Prabowo Kapolri, Novel Bamukmin: Harus Berani Mengambil Terobosan

Kamis, 28 Januari 2021 15:11

Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Jokowi resmi melantik Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri menggantikan Jendral Idham Aziz.

Dengan begitu, janji- janji Kapolri baru mulai ditagih oleh masyarakat. Salah satu janji yang menjadi sorotan yakni akan menghilangkan istilah kriminalisasi ulama.

Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin langsung menantang Jendral Sigit untuk mewujudkan janji menuntaskan kriminalisasi ulama di Indonesia.

“Kalau memang serius dengan komitmen ingin menghentikan kriminalisasi terhadap ulama. Tentunya kapolri yangg baru dilantik saat ini bisa merealisasikan komitmennya,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (28/1/2021).

Novel pun tak mempermasalahkan Kapolri beragama non muslim. Ia berharap terobosan yang menjadi prioritas orang nomor satu di Korps Byangkara itu mendahulukan kasus – kasus kriminalisasi ulama dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Habib Rizieq, Ustaz Maaher, dan Gusnur.

“Maka kapolri harus berani mengambil terobosan yang tepat dengan meraih simpati kepada umat islam sebagai bentuk yang nyata dan tepat saat ini untuk membebaskan IB HRS, Ust Maher, dan Gusnur serta ulama yang lain saat ini mempunyai setatus belum SP3,” ujarnya.

Sebelumnya, Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, bahwa dirinya akan menghilangkan istilah kriminalisasi ulama setelah ia menjabat menjadi Kapolri. Dirinya juga akan membuka ruang komunikasi seluas mungkin dengan pihak-pihak terkait.

“Saya kira bahasa kriminalisasi itu ke depan kami harapkan tidak ada lagi. Artinya, memang kami akan membuka ruang komunikasi,” kata Listyo di depan Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Rabu (23/1/2021).

Komentar