Kepada Tokoh Parpol, Jimly Asshiddiqie: Sisihkan Dulu Kepentingan Pribadi

Kamis, 28 Januari 2021 19:00

Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie meminta pimpinan partai politik untuk mendukung penghapusan ambang batas calon presiden.

Menurutnya kelanjutan demokrasi Pancasila di Indonesia tergantung pada revisi Undang-undang Pemilu yang saat ini dibahas di DPR.

“Masa depan demokrasi Pancasila salah 1 tergantung revisi UU Pemilu. Maka semua tokoh parpol dimohon berpikir jauh ke depan. 2024 tidak ada lagi petahana capres, tidak perlu gamang untuk inovasi & perbaikan. Sisihkan dulu kepentingan jangka dekat, sempit & untuk diri sendiri/kelompok. Utamakan kepentingan bangsa jauh ke depan,” kata Prof Jimly dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (28/1/2021).

Dia berharap, sistem Pilres 2024 mendatang bisa diikuti lebih dari 2 pasangan calon. Kalau pun memungkin, senator DPD RI itu mendukung Pilpres digelar dua putaran.

“Bukalah ruang di UU Pemilu agar capres dengan sengaja dibuat lebih dari 2 paslon & sistem 2 ronde dengan syarat sebaran dukungan nasional terpenuhi untuk kepentingan seluruh rakyat secara nasional. Presiden/Wapres, simbol keIndonesiaan yang akan mempersatukan & menggerakkan kemajuan Indonesia masa depan,” jelasnya.

Sebagai contoh, Prof Jimly menyebutkan Pilpres di Rusia tahun 2018 lalu. Di mana diikuti 8 Capres.

“Pada pilpres Russia 2018, saya diundang sebagai pemantau Internasional. Jumlah capres ada 8. Tapi hasilnya Vladimir Putih yang sangat populer terpilih dengan dukungan 77% suara rakyat,” sebutnya.

Komentar