Program BPNT Diganti Ayam Hidup, Polisi Sudah Bergerak

Kamis, 28 Januari 2021 09:42

Ayam potong. Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

FAJAR.CO.ID, CIANJUR – Polres Cianjur, Jawa Barat, menyelidiki kasus pembagian ayam hidup dalam penyaluran program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di daerah tersebut.

Program bantuan dari Kementerian Sosial seharusnya diberikan berupa daging ayam potong sesuai dengan pedoman umum dari kementerian yang saat ini dipimpin Tri Rismaharini.

Polres Cianjur, Jawa Barat, menurunkan tim ke Kecamatan Pagelaran, Cianjur.

“Kami sudah mengirimkan tim ke lapangan, untuk menyelidiki pergantian komoditas daging ayam potong menjadi ayam hidup yang diterima KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di Kecamatan Pagelaran. Kalau ditemukan pelanggaran tentunya akan kita tindak lanjuti,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Mochamada Rifai di Cianjur Rabu.

Pihaknya akan mendalami penyebabnya, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi penerima manfaat yang merasa keberatan dengan pergantian komoditas tersebut.

Termasuk pihaknya akan memanggil supplier yang memasok ayam hidup ke e-Waroeng yang sudah ditunjuk sebagai penyalur program pemerintah pusat.

“Kami akan usut tuntas, kalau tidak sesuai dengan pedoman umum dan ini merupakan pelanggaran, tentunya berbagai pihak akan dimintai keterangan sebelum menetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Sebelumnya enam ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial di Kecamatan Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, menerima ayam hidup untuk komoditas protein hewani yang biasanya dalam bentuk daging ayam potong atau daging sapi.

Komentar