Sentil Pemerintah, Rizal Ramli: Islamphobia Digencarkan, Kini Rayu Umat untuk Wakaf

Kamis, 28 Januari 2021 14:30

Rizal Ramli. Foto: dok/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Tokoh ekonom Rizal Ramli, menyentil pemerintah soal Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian Brand Ekonomi Syariah.

Rizal Ramli menilai, Pemerintah gemar mempromosi Islam-Phobia. Namun ketika keuangan sulit, umat Islam dirayu dan dimanfaatkan dengan dalih Wakaf Ummat.

“Islam-Phobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana ummat, wakaf dan dana haji. Kontradiktif amat sih,” sentil Rizal Ramli di twitternya, dikutip Kamis (28/1).

Pemerintah Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan peresmian Brand Ekonomi Syariah pada Senin (25/1) kemarin.

Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan, potensi wakaf uang di Tanah Air mencapai Rp180 triliun. Potensi yang besar tersebut karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi.

Wakaf memiliki dimensi ekonomi, dan dapat dijadikan instrumen dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Wapres mengharapkan kehadiran Ulama untuk mensosialisasikan program wakaf tersebut.

“Kehadiran ulama, ustad, mubaligh dan para kyai sangat berperan penting untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang, baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat,” ucap Maruf Amin.

Sebelumnya, eks Wasekjen MUI, Ustad Tengku Zulkarnain juga melontarkan kritikannya terkait Wakaf Uang.

Komentar