Suap Izin Ekspor Benih Lobster, KPK Menduga Istri Edhy Prabowo Ikut Kecipratan Uang

Kamis, 28 Januari 2021 08:50

Logo KPK. (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami ihwal dugaan penerimaan uang oleh Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra Iis Rosita Dewi terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Uang tersebut diduga diterima Iis dari sang suami sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan sekretaris pribadinya Amiril Mukminin.

Untuk mendalami hal tersebut, tim penyidik memeriksa Alayk Mubarrok, yang merupakan salah seorang tenaga ahli Iis.

Alayk diduga mengetahui adanya aliran dana yang diterima Edhy dan Amiril Mukminin dari eksportir benur.

Bahkan, Alayk diduga merupakan pihak yang menyerahkan uang dari Edhy dan Amiril Mukminin kepada Iis.

“Dikonfirmasi terkait posisi yang bersangkutan sebagai salah satu tenaga Ahli dari istri tersangka EP (Edhy Prabowo) yang diduga mengetahui aliran uang yang diterima oleh tersangka EP dan tersangka AM (Amiril Mukminin) yang kemudian diduga ada penyerahan uang yang diterima oleh istri tersangka EP melalui saksi ini,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (27/1).

Ali pun memastikan KPK bakal terus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster tersebut.

Dalam pengembangan penyidikan kasus ini, KPK sedang mengumpulkan bukti adanya tindak pidana lain.

“Terkait proses penyidikan yang saat ini masih berjalan, KPK tidak menutup kemungkinan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru adanya dugaan TPK lain,” kata Ali.

Komentar