Target 14.355 Tenaga Kesehatan, Vaksinasi di Makassar Baru 1.500 Orang

Kamis, 28 Januari 2021 20:11

Pj Walikota Makassar, Rudy Djamalauddin bersiap mengikuti vaksin covid-19 tahap kedua. (Ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Vaksinasi Covid-19 tahap awal untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Makassar belum berjalan maksimal.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Agus Djaja Said, mengatakan, dari sekitar 14 ribu tenaga kesehatan yang harus mendapatkan vaksinasi, baru mencapai sekitar 1.500 yang telah selesai.

“Masih rendah, baru sekitar 1.500-an, kurang lebih hampir 14 ribu nakes ini yang harus divaksin,” kata Agus (28/1/2021).

Agus menjelaskan, belum lagi mereka yang dinyatakan tidak lolos skrining yang berjumlah 400 orang SDMK.

“Jadi kalau dihitung sudah dua ribu sebenarnya tapi kan ada yang tidak divaksin gara-gara tidak lulus screening,” kata Agus.

Untuk Kota Makassar sendiri mendapat jatah 14, 355 vaksin. Paling banyak dibandingkan daerah lain. Bukan tanpa alasan, Makassar merupakan pusat epicentrum penyebaran Covid-19 di Sulsel dengan menyumbang 50 persen kasus.

Agus menambahkan, proses vaksinasi masih terus berlanjut ke tahap kedua. Untuk memunculkan antibodi diperlukan dua suntikan sebagaimana aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Suntikan vaksin Covid-19 kedua dilakukan dua pekan ke depan usai penerima mendapat vaksin pertama.

“Perlu dua kali penyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac untuk memunculkan antibodi,” ujar Agus.

Sehingga, kata dia, penerima vaksin harus menjalani penyuntikan kedua kalinya dalam waktu 14 hari setelah penyuntikan pertama.

Komentar