Covid-19, Prof Wiku Adisasmito: Pentingnya Perhatian Diberikan pada Kasus Aktif

Jumat, 29 Januari 2021 15:42

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 yang baru, Profesor Wiku Adisasmito. (BNPB)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito memberikan penjelasan terkait hasil evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap I yang belum memperlihatkan secara menyeluruh dari dampak yang diharapkan.

Dikatakan, evaluasi dilakukan terhadap indikator-indikator PPKM seperti perkembangan kasus aktif, tren kematian, tren kesembuhan, tren bed occupancy ratio (BOR) dan tren kepatuhan protokol kesehatan.

“Pentingnya perhatian diberikan pada kasus aktif. Terlihat di sini bahwa secara umum jumlah kasus aktif mengalami fluktuasi,” katanya, dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19.

Wiku melanjutkan, melihat lebih dekat indikator-indikator PPKM pada 77 kabupaten/kota yang menerapkannya, sebanyak 64 kabupaten/kota mengalami persentase tren kasus aktif meningkat, 54 kabupaten/kota dengan tren kematian persentasenya menurun, dan 21 kabupaten/kota dengan tren kesembuhan persentasenya meningkat.

“Secara umum tren angka kesembuhan menurun,” imbuhnya.

Selanjutnya, tren BOR (bed occupancy ratio) atau keterpakaian tempat tidur rumah sakit di 47 kabupaten/kota persentasenya menurun.

Secara umum terlihat kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM di Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami penurunan persentase BOR pada masa PPKM tahap I.

“Namun angkanya masih perlu ditekan agar bisa lebih rendah dari 70 persen,” lanjut ujarnya.

Selain itu, terdapat tren kepatuhan protokol kesehatan di 77 kabupaten/kota yaitu jumlah orang yang dipantau, ditegur, dan persentase orang yang ditegur mengalami peningkatan pada masa PPKM.

Bagikan berita ini:
2
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar