Isu Taliban di Internal KPK, Adhie Massardi Ingatkan Cicak versus Buaya

Jumat, 29 Januari 2021 08:44

Adhie M Massardi bersama mendiang Gus Dur. (FOTO: TWITTER)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diserang isu Taliban saat tengah mengusut kasus korupsi bansos untuk masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Isu ini dinilai sebagai salah satu bentuk perlawanan koruptor dan kroni-kroninya yang terganggu kepentingannya oleh KPK.

“Mereka yang terganggu kepentingannya melakukan perlawanan atas KPK. Kalau soal isu Taliban, itu abaikanlah. Amerika saja sekarang konsentrasinya sama China, bukan lagi Taliban.” kata Adhie Massardi, klordinator Gerakan Indonesia Bersih di kanal YouTube Bravos Radio Indonesia.

Adhie juga menggugah kesadaran civil society untuk bersama-sama berdiri membela dan mendukung lembaga anti rasuah ini dari serangan koruptor. Karena kasus korupsi bansos yang ditangani KPK saat ini merupakan kasus korupsi yang brutal, bahkan paling brutal di muka bumi.

“Saya ingin mengingatkan tahun 2009-2010 ketika ada Cicak versus Buaya, ketika KPK melawan polisi, itu masyarakat membela KPK. Kita harus menggugah kembali hal itu,” sambungnya.

Mantan juru bicara Presiden Gus Dur ini mengibaratkan kasus korupsi bansos adalah cermin kebrutalan mental korupsi yang dipertontonkan secara kasat mata.

Para koruptor itu berani melakukan karena KPK sebelumnya telah dibonsai dengan revisi undang-undang.

“Kenapa mereka tetap berani korupsi, padahal bantuan ini untuk orang miskin? Itu karena mereka tidak takut. Mereka melihat KPK sudah dibonsai dengan UU yang baru sehingga mereka tidak bisa bergerak,” tuturnya.

Komentar