Pembatasan ke Luar Negeri Diperpanjang, Asal Jangan Hambat Jemaah Umrah

Jumat, 29 Januari 2021 14:09

FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Satgas Covid-19 memperpanjang dan memperketat perjalanan orang dari luar negeri. Khusus umrah perlu dikecualikan.

Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan International Dalam Masa Pandemi Covid-19 tersebut berlaku hingga 8 Februari mendatang.

Maksud SE tersebut setelah ditemukan varian baru yang bermutasi menjadi SARS Cov-2 varian B117 yang dilaporkan di Inggris.

Wakil Ketua DPP Amphuri, M Azhar Gazali berharap, berlakunya kebijakan tersebut tidak menghambat pelaksanaan ibadah umrah. Sebab ada biaya-biaya lebih yang harus dikeluarkan lagi.

“Kami berharap kalau pun karantina diberlakukan saat kepulangan maka biaya yang dikenakan ditanggung oleh pemerintah. Karena tidak mudah dari segi biaya dan perlakuan kepada jemaah untuk mereka melakukan karantina selama lima hari apalagi dikenakan biaya mandiri,” kata Azhar, Jumat (29/1).

Kalau bisa, lanjut Azhar, jemaah umrah tidak perlu karantina. Kalau hasilnya PCR-nya setiba di Indonesia negatif.

“Jadi sebaiknya yang positif saja yang dibawa ke RS atau dikarantina. Jemaah lainnya disarankan untuk kembali ke daerahnya masing-masing untuk isolasi mandiri,” imbuhnya.

Alasannya, kata CEO Aliyah Wisata itu, bahwa jemaah di Saudi juga telah berulang kali dilakukan PCR dan karantina. Terlebih menurutnya di Saudi juga dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di negaranya dengan baik.

“Setahu saya virus varian baru ini juga belum pernah ditemukan di Saudi,” pungkasnya.

Komentar