Polsek Sungai Pagu Diserang, Neta S Pane Bilang Pembenahan Polsek Jadi Tugas Berat Kapolri

Jumat, 29 Januari 2021 11:51

Kantor Polsek Sungai Pagu usai dilempari massa. (Antara/Istimewa)

Ia menegaskan dengan kepekaan dan antisipasi yang tinggi, polsek tidak lagi menjadi bulan-bulanan amuk massa.

“Dan program Polsek Paradigma Baru yang digagas Kapolri Sigit bisa berjalan maksimal dan membawa Polri benar-benar Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan),” katanya.

Neta menjelaskan di Polsek Sungai Pagu bermula dari penangkapan tersangka DC, buronan kasus perjudian yang juga diduga sering memalak warga.

Menurutnya, saat ditangkap tersangka DC perlawanan dengan cara menyerang petugas dengan sebilah senjata tajam. Salah seorang polisi ditusuknya hingga bagian tangan dan bagian tubuh lainnya luka-luka.

Ia menuturkan, karena membahayakan petugas, polisi melepaskan tembakan ke arah pelaku guna melumpuhkannya. Tembakan mengenai bagian kepala pelaku. Akhirnya, pelaku dinyatakan meninggal dunia di RSUD Solok Selatan. Kematian tersangka ini memicu amarah keluarga dan kerabat pelaku.

Mereka lalu ramai-ramai mendatangi Polsek Sungai Pagu. Lalu melempari Mapolsek dengan batu hingga benda keras lainnya. Ada sekitar 200 orang lebih yang menyerang Polsek.

Akibat penyerangan ini, ruangan penjagaan dan tempat penerimaan laporan atau pelayanan masyarakat rusak berat. Semua kaca pada ruangan itu rusak berat. Meski demikian, fasilitas lainnya hingga kedaraan yang terparkir di halaman Mapolsek tidak ada yang mengalami kerusakan.

Setelah menyerang Mapolsek Sungai Pagu, massa memblokade jalan penghubung Padang Aro-Muara Labuh. Ruas jalan yang diblokade itu merupakan jalan lintas utama yang menghubungkan Sumbar dengan Kerinci, Jambi.

Komentar