Polsek Sungai Pagu Diserang, Neta S Pane Bilang Pembenahan Polsek Jadi Tugas Berat Kapolri

Jumat, 29 Januari 2021 11:51

Kantor Polsek Sungai Pagu usai dilempari massa. (Antara/Istimewa)

Neta menegaskan kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi Kapolri Sigit yang hendak menggagas Polsek paradigma baru. Dari kasus ini, ia menegaskan, bisa terlihat bagaimana kemampuan deteksi dini jajaran Polsek dalam menghadapi sebuah peristiwa.

Sejauh mana aparatur polsek bersikap terlatih dalam menghadapi tersangka. Lalu sejauh mana aparatur Polsek taat SOP (standar operasional prosedur) yang sudah menjadi ketentuan baku di Polri.

“Lalu sejauh mana aparatur taat hukum bahwa tugasnya adalah melumpuhkan tersangka dan bukan menjadi algojo, yang main tembak kepala saat hendak melumpuhkan tersangka,” kata Neta.

Ia mengatakan, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini yang harus menjadi bahan evaluasi Kapolri Sigit. “Dari kasus Polsek Sungai Pagu ini, sebelum menjalankan konsep Polsek paradigma baru, Kapolri Sigit perlu mengevaluasi kualitas aparatur Polsek untuk melatih mereka agar profesional dan benar-benar terlatih menjadi anggota kepolisian di ujung tombak Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kapolri Sigit perlu juga mengevalusi persenjataan semua anggota Polsek agar diketahui kualitasnya. “Sehingga, senjata itu benar-benar bisa presisi. Jangan mau menembak kaki yang kena malah kepala,” katanya.

Dalam kasus Polsek Sungai Pagu ini, kata Neta lagi, siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum dan bertindak semena-mena harus diseret ke pengadilan.

“Baik itu anggota polisi maupun anggota masyarakat yang anarkistis,” kata Neta. (jpnn/fajar)

Komentar