Viral Pasar Muamalah Transaksi Pakai Dinar dan Dirham, Digagas Tokoh Eks HTI?

Jumat, 29 Januari 2021 19:24

Pasar muamalah hanya menggunakan dinar dan dirham untuk transaksi, bukan mata uang Rupiah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Warganet tengah ramai menggunjingkan keberadaan pasar muamalah. Pasalnya di pasar itu, mata uang Rupiah sama sekali tidak laku.

Satu-satunya alat transaksi yang berlaku untuk jual beli di pasar muamalah adalah dinar (koin emas) dan dirham (koin perak).

Dalam unggahan akun @Pencerah__, disebutkan bahwa keberadaan pasar muamalah itu di antaranya ada di Yogyakarta, Bekasi dan di Depok, Jawa barat.

Disebutkan pula bahwa penggerak pasar muamalah ini Zaim Zaidi yang diduga mantan tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Penggeraknya adalah Zaim Zaidi (diduga HTI) yang anti terhadap sistem finansial saat ini yang dianggapnya sebagai kapitalisme riba,” tulis akun @Pencerah__, sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Jumat (29/1/2021).

Hal ini berbanding terbalik dengan peraturan dan perundangan yang menetapkan Rupiah sebagai mata uang yang sah untuk jual beli di Indonesia.

“Tentu aktifitas pasar ini mengancam keberadaan Rupiah yang sudah ditetapkan sebagai mata uang yang sah terhadap proses jual beli di Indonesia,” tutur akun tersebut.

Dalam cuitannya yang lain, ia juga mengunggah pamflet yang dituliskan sebagai pernyataan Zaim Zaidi.

Pamflet itu berisi ajakan kepada masyarakat agar melakukan penarikan uang besar-besaran (rush money) dari bank konvesional.

Di pamflet tersebut, tertulis bahwa tidak lama lagi semua uang akan sepenuhnya menjadi uang digital dan serba e-money.

Saat itu, masyarakat tidak akan bisa menarik tunai dan hanya bisa melakukan transfer antar rekening. Demikian pula untuk pembayaran berbagai tagihan lainnya.

“Saat itu lah Anda 100 persen dalam kendali bankir. Mereka akan bisa membekukan harta Anda kapan saja. Sebab perbankan pasti akan kolaps di satu titik. Undang-Undang sudah dan sedang dibuat untuk membenarkannya,” demikian tulisan dalam pamflet tersebut.

Hal ini, sebut akun @Pencerah__ hanya akal-akalan untuk melumpuhkan keuangan negara.

“Yang bertujuan untuk melumpuhkan keuangan negara dan merusak ekonomi nasional,” jelasnya.

Akun @Pencerah__ juga menyebut pasar-pasar muamalah itu berada dalam otoritas Amirat Nusantara yang dipimpin oleh Zaim Saidi.

“Ia dikenal sebagai pelopor gerakan kembalinya koin dinar emas dan dirham perak di Indonesia,” katanya.

Dalam video yang diunggahnya itu, terlihat seseorang tengah memberikan dorongan agar segera memberlakukan dinar dan dirham sebagai mata uang untuk segala macam transaksi.

“Dinas dan dirham yang kita bicarakan ini tidak ada artinya kalau hanya berhenti di dalam ruang ini saja,” kata pria dalam video tersebut.

“Dinar dan dirham harus segera bergemerincing di Kota Ternate. Dan Anda semua yang harus memulainya,” sambung pria itu.

Yang cukup mengejutkan adalah di Bekasi dimana sudah terdapat toko dan pasa khusus muamalah.

Ironisnya, keberadaan tokok dan pasar muamalah di Bekasi malah mendapat izin dari pemerintah setempat.

Disebutkan, Muamalah Mart Bekasi berada di Jalan Raya Narogong, RT 001/005, Bantargebang, Kota Bekasi.

Untuk mendukung keberadaan toko dan pasar muamala di Bekasi, juga terdapat Wakala Hamdalah Bekasi.

Di tempat ini, masyarakat bisa menukarkan uang Rupiah menjadi Dinar dan Dirham.

“Ini sih bukan nukar, tapi kalian jual Wajah menyeringai,” tandas akun tersebut. (ruh/pojoksatu)

Komentar