Pemuda Muhammadiyah: Cuitan Abu Janda Memecah Belah Umat, Harus Segera Ditangkap

Sabtu, 30 Januari 2021 23:55

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

FAJAR.CO.ID — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, ikut menanggapi laporan KNPI soal dugaan ujaran SARA dan penistaan agama karena Abu Janda menyebut ‘Islam arogan’.

Dia berharap, Bareskrim Polri profesional dalam menegakkan keadilan. “Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” ujar Sunanto kepada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

Muhammadiyah menganggap, cuitan Abu Janda yang menyebut Islam sebagai agama pendatang yang arogan, berpotensi memecah belah umat Islam di Indonesia. “Cuitan tersebut nyata-nyata memecah belah umat. Bareskrim harus segera menangkap Abu Janda,” tegasnya.

Menurut Sunanto, perspektif Abu Janda yang mengatakan Islam adalah agama pendatang yang arogan, justru mengacaukan kesadaran budaya dalam berislam. “Saya kira cuitan Abu Janda jelas-jelas mengacaukan kesadaran budaya berislam itu sendiri. Dia keliru menafsirkan Islam,” tandasnya.

Banyaknya ajaran Islam yang berasimilasi dengan budaya Indonesia, bagi Sunanto, tidak menghilangkan esensi kebudayaan dan keimanan penganutnya. “Ada ajaran Islam yang konteksnya budaya dan relasinya sudah disepakati dan dijalankan sebagai relasi kebudayaan dan tidak menghilangkan konteks keimanan seseorang,” ujarnya.

Diketahui, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial Twitter miliknya, Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. Abu Janda mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. Berikut cuitan Abu Janda dalam akun @permadiaktivis1.

Komentar