Sudah 6 Kali Dipolisikan Karena Ujaran Kebencian, Abu Janda Seolah ‘Kebal Hukum’

Sabtu, 30 Januari 2021 12:42

Abu Janda

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pegiat media sosial, Permadi Arya atau Abu Janda dipolisikan oleh KNPI terkait dugaan rasis ke tokoh Papua Natalius Pigai di media sosial twitter. Laporan itu diterima kepolisian bernomor: LP/B/0052/I/2021/ Bareskrim pada Kamis 28 Januari 2021.

Namun perlu diketahui, bukan kali ini saja Abu Janda dilaporkan karena cuitannya di media sosial. Baik karena dugaan menghina tokoh, atau menghina Islam.

Berikut rangkuman laporan polisi terhadap Permadi Arya atau Abu Janda namun seolah ‘Kebal Hukum’.

  1. Laporan atas dugaan hinaan ke bendera Tauhid.

Abu Janda dipolisikan oleh Alwi Muhammad Alatas yang merupakanAnggota Majelis Taklim Al-Munawwir Bekasi. Abu Janda dipolisikan di Polda Metro Jaya karena menyebut bendera tauhid bukan bendera Nabi, namun bendera teroris.

Dalam pelaporannya, Alwi Muhmmad menyerahkan sejumlah barang bukti berupa video dan screenshoot postingan Abu Janda di Facebook. Laporan Alwi teregister dengan nomor TBL/6215/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Perkara yang dilaporkan adalah ujaran kebencian dan penodaan agama sebagaimana pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Namun hingga kini tidak jelas kasusnya.

  1. Menuding aksi bela tauhid sebagai aksi politik terselubung.

Pada 2018, Abu Janda dipolisikan karena menyebut Aksi Bela Tauhid sebagai aksi politik terselubung melalui media sosial. Abu Janda dilaporkan oleh seorang guru asal Jakarta bernama Mintaredja ke Bareskrim Polri.

Komentar