Gus Falah: Namanya Berjuang, NU Ini Ada di Mana-mana

Minggu, 31 Januari 2021 21:18

Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah. Foto: Dokumentasi pribadi Gus Falah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dua kader Nahdlatul Ulama (NU) Nasyirul Falah Amru dan Abidin Fikri merasa identitas mereka sebagai warga nahdiyin tidak hilang, meski berstatus sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hal itu diungkap oleh Gus Falah, sapaan akrab Falah Amru, dan Abidin Fikri saat menjawab ulama kondang Gus Miftah dalam peringatan Harlah ke-95 NU yang dilaksanakan DPP PDIP, Minggu (31/1).

Gus Falah menuturkan, dirinya merupakan putra dari KH Amru Al Mu’tashim, seorang mantan anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PKB.

Saat Gus Falah memutuskan masuk ke PDIP, sang ayah kaget dan meneteskan air mata.

Namun, Gus Falah meyakinkan sang ayah bahwa masuk PDIP merupakan keputusan tepat.

“Namanya berjuang, NU ini ada di mana-mana. Jangan terkotak-kotakan partai dan itu bagus,” kata Gus Falah.

Sejak 2004, Gus Falah mulai beraktivitas di PDIP. Hingga saat ini, dia bersyukur tak membuat pilihan yang salah dalam berpolitik.

Sebab, katanya, tujuan NU dengan PDIP saling beririsan yakni membela kaum lemah.

“Di PDIP, visinya menaikkan harkat wong cilik, ya, alhamdulillah memilih PDIP,” ungkap Gus Falah.

Sementara itu, Abidin Fikri mengaku sejak kecil sudah dibesarkan dengan tradisi NU.

Sejak 2001, Abidin mulai beraktivitas di PDIP dan puluhan tahun kemudian identitas NU tak pernah luntur.

Komentar