ASN Bukan Pelanduk

Senin, 1 Februari 2021 17:13

AMIR IMBARUDDIN

Oleh Amir Imbaruddin

Ketika berkuliah di Canberra, saya sering mengajar pegawai pemerintah federal yang sudah tahu sembilan bulan kemudian akan dimutasi ke mana. Karena itulah, mereka sudah mempersiapkan diri mereka, termasuk belajar Bahasa Indonesia, untuk posisi dan tanggung jawab baru yang akan diemban sembilan bulan yang akan dating. Di Korea Selatan, konon, apabila si A akan menggantikan posisi si B pada satu jabatan di pemerintahan, sebagai Kepala Dinas, misalnya, maka si A sudah harus bekerja dengan si B minimal dua minggu sebelum si A dilantik menggantikan si B. Menurut pertimbangan mereka, dibutuhkan waktu minimal dua minggu bagi si A untuk mempelajari berbagai aspek tugas dan tanggung jawab yang akan diembannya sebagai pejabat baru kelak. Jadi, mutasi dan promosi dalam jabatan pegawai pemerintah (ASN) bukan sesuatu rahasia tetapi merupakan proses alamiah yang sangat transparan.

Di negara kita sebaliknya, promosi dan mutasi ASN masih sangat tertutup dan rahasia. Jangankan mutasi atau promosi sembilan atau dua minggu kemudian, siapa yang akan dilantik besok saja sampai hari ini belum diketahui. Oleh karena itu, setiap menjelang mutasi dan promosi ASN, yang terjadi adalah gosip, bisik-bisik kantoran. Katanya, si Anu akan dilantik menggantikan si Anu karena si Anu itu anu. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem karir ASN di negara ini masih belum tertata dengan baik sehingga kepastian karir bagi ASN belum jelas betul. Seorang ASN sampai saat ini, misalnya, belum bisa merencanakan karirnya dalam lima tahun kemudian akan menempati posisi apa dan sepuluh tahun yang akan datang akan bisa menjadi apa. Dalam karir seorang ASN, kata Faisal Tamin,  Mentri PAN pada Kabinet Gotong Royong Megawati, hanya dua hal yang pasti: tanggal memulai karir sebagai ASN seperti yang tertulis dalam SK pengangkatan, dan kapan mengakhiri karir sebagai ASN seperti yang tertulis dalam SK pensiun. Apa yang terjadi di tengah-tengahnya, lanjut Faisal, hanya Tuhan yang tahu.

Komentar