Kontraktor Belum Dibayar, Pemprov Sulsel Disebut Tak Cermat dalam Anggaran

Senin, 1 Februari 2021 20:35

Firdaus Deppu. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sejumlah kontraktor atau rekanan yang melakukan pengerjaan proyek pada tahun 2020 lalu hingga memasuki bulan  Februari 2021 hingga kini belum terbayarkan.

Nasib para rekanan yang belum dibayar mendapat keprihatinan dari sejumlah kelompok pengusaha. Salah sorang pelaku jasa konstruksiFirdaus Deppu,  mengatakan dengan keterlambatan tersebut adalah suatu hal yang harus diperbaiki pemerintah Provinsi Sulawesi Kedepan.

“Saya kira dengan adanya keterlambatan pembayaran yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terhadap rekanan yang tergolong usaha kecil menengah adalah sautu hal yang harus diperbaiki kedepan  jangan terulang kembali,” kata Firdaus Deppu saat dihubungi, Senin (01/02/2021).

Mantan ketua OKK HIPMI BPD Sulsel dan juga Mantan pengurus BPP HIPMI Pusat Itu menekankan, bahwa rekanan yang belum dibayar merupakan penunjukan langsung, selain hanya untuk kebutuhan makan minum  sehari  para rekanan, juga menyangkut nasib banyak orang. Ini sangat berpengaruh dengan tenaga kerja yang mereka pakai, sehingga kedepanya pemerintah Provinsi Sulsel harus cermat dan jeli ketika melakukan penganggaran, rekanan yang sudah bekerja anggarannya sudah tersedia, begitu selesai langsung terbayarkan.

“Dengan keterlambatan hari ini, Pemprov Sulsel harus mempunyai langkah yang taktis, bagaimana upaya upaya mereka cepat terbayarkan,” ujar Daus.

Firdus  Deppu mengharapkan kedepannya pemerintah provinsi Sulsel harus teliti dan cermat melakukan penganggaran dan segera nuntaskan pembayaran kepada kontraktor.

Komentar