Kronologi Dugaan Pungli ‘Tanaman Hias’ di Kampus UIN, Oknum Dosen Minta Aglonema hingga Kuping Gajah

Senin, 1 Februari 2021 16:45

Paman salah satu mahasiswa UINAM, Muh Aldy. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Dugaan punggutan liar (pungli) berupa tanaman hias di kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) terkuak.

Itu setelah salah satu kerabat mahasiswa membeberkan kelakuan oknum dosen berinisial GNH itu mewajibkan beberapa anak bimbingannya membawa bunga atau tanaman hias lainnya sebagai syarat untuk melakukan konsultasi.

Paman salah satu mahasiswa yang jadi korban, Muhammad Aldy yang membeberkan perilaku oknum dosen yang juga wakil dekan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UINAM itu.

Kronologis peristiwa yang menimpah keponakannya itu bermula saat ingin melakukan konsultasi skripsi. Sang oknum dosen menyanggupi waktu konsultasi di rumahnya dengan syarat harus membawa bunga.

“Oknum itu bahkan menyebut nama bunga beserta lengkap dengan potnya. Yang dia minta itu bunga aglonema dua jenis, harganya saat keponakan beli itu sekitar Rp400 ribu,” katanya saat memberikan keterangan ke fajar.co.id, Senin (1/2/2021).

Meski telah menyetor tanaman hias sesuai permintaan dosen. Hingga saat ini, mahasiswa tersebut masih dipersulit untuk proses penyelesaian studi.

Pihak keluarga sendiri menduga, awalnya yang bermasalah adalah mahasiswa. Lambat laun ternyata memang ada isu yang berkembang soal kelakuan korban.

“Ternyata bukan hanya keponakan yang jadi korban, sampai saat ini ada tiga mahasiswa lainnya yang sudah memberikan pengakuan. Mereka minta agar kasus ini diproses, supaya tak ada korban lainnya,” sebutnya.

Komentar